Untaian perasaan dan pemikiran untukmu, Sahabat…

Belajar Terus Sampai Tua…

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Kalaupun kau sulit pahami ilmunya, kau masih akan bisa belajar bahasanya.

Peribahasa yang sedikit saya pelesetkan itu hanya untuk menunjukkan bahwa belajar, terutama untuk ilmu lanjutan, mungkin memang lebih sulit daripada belajar ilmu pendidikan dasar, tapi akan selalu ada manfaat lain yang dapat diambil. Ilmu pendidikan dasar disini yang saya maksudkan adalah sekolah dari SD sampai dengan S1. Apalagi jika harus menuntut ilmu di negara lain. Kendala pertama yang harus dihadapi tentu saja adalah masalah perbedaan bahasa dan budaya.

Semalam saya bertemu dengan seorang Sahabat yang kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta. Sebut saja namanya Poy. Poy ini menurut saya sangat beruntung karena bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 Accounting di Melbourne dan sampai sekarang masih menjalani pendidikannya disana. Saya jadi teringat ketika dulu Poy sering ‘mengeluh’ kenapa ia tak juga mendapat pekerjaan yang mapan seperti teman-teman kuliah kami yang lain. Padahal dia cukup cerdas dan lebih pintar dari sisi akademis dibanding saya. Saat itu, lulus kuliah dia bekerja di suatu LSM di Jogja. Namun ternyata justru jalan itulah yang bisa ikut mengantarkan dia lolos untuk mendapatkan beasiswa ADS dari Australia.

Yang bikin saya cukup takjub, ternyata suami Poy juga akan berangkat menyusul ke Australia awal tahun depan karena telah mendapatkan beasiswa yang sama. Saya cukup mengenal mereka berdua, jadi saya tau benar beratnya perjuangan mereka untuk mendapatkan beasiswa itu. Yang bikin Sahabat saya itu resah, selepas selesai kuliah S2 nanti, teman-teman seangkatannya sudah pasti akan kembali ke pekerjaannya masing-masing sebelum mengambil S2 itu, termasuk suaminya sendiri. Tapi karena Sahabat saya itu belum punya pekerjaan tetap, dia masih bingung setelah lulus nanti mau balik kerja dimana. Namun saya tetap yakin kok kalau dia bakal mendapatkan pekerjaan yang dia suka. Jangan patah semangat Poy! ;-)

Orang-orang tangguh yang punya tekad besar untuk tetap melanjutkan kuliah selalu menginspirasi saya. Adalah Pak Budi yang tak malu melanjutkan kuliah S1-nya di Ekstensi Universitas Negeri di Jogja di usia yang tak lagi muda. Pengusaha restoran Jepang itu mengaku tak ingin kalah dengan putranya yang juga sedang kuliah. Hebatnya, beliau justru sering meraih nilai-nilai tertinggi di kelasnya, mengalahkan mahasiswa-mahasiswa lain yang masih muda.

Lain lagi dengan seorang Sahabat yang merupakan mahasiswa asing dari Cambodia yang mengambil Magister Manajemen di Gadjah Mada. Belum puas dengan itu, ia masih mengambil kuliah S3 lagi di Jepang. Hingga dalam usia 30 tahun ia sudah bisa memperoleh gelar Phd. Hebat!

Saya bangga bisa mengenal Sahabat-sahabat yang tetap semangat belajar menuntut ilmu mekipun ia telah mendapatkan pekerjaan yang mapan. Tak peduli dengan komentar kasar: belajar untuk apa lagi, toh semua sudah punya. Dan merekalah yang memotivasi saya untuk berusaha melakukan hal yang sama.

Mengutip motto seorang Sahabat: Gantunglah cita-cita setinggi langit. Meskipun kau jatuh, kau tetap berada di antara awan. SELAMAT BELAJAR SAMPAI TUA! SEMANGAT!!! :-)

by Phyta

http://phyta.dagdigdug.com

Juli 18th, 2008 at 5:36 pm


Leave a Reply